Merawat Kebhinekaan Melalui Budaya.
DPC PWRI KOTA BENGKULU, Semarang -Kebudayaan dibangun untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menguatkan komitmen kebangsaan dalam bingkai Kebhinekaan. Melalui pendekatan budaya, proses transformasi pola pikir akan lebih mengena.
Pemerintah, saat ini tengah berupaya untuk menguatkan visi kebangsaan, sekaligus merawat Kebhinekaan melalui budaya. Salah satu diantaranya melalui pergelaran wayang kulit.
Kementerian Komunikasi dan Informasi ( Kemenkominfo ) berupaya keras mengkampanyekan pentingnya menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan kebangsaan di berbagai daerah di Indonesia. Seperti yang dilakukan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu, 7/10/2017, melalui pergelaran wayang kulit, yang menghadirkan dalang kondang Ki Warsono Slank.
Pagelaran wayang kulit tersebut menjadi lebih menarik, karena menghadirkan bintang tamu kondang Yatti Pesek asal Yogyakarta dan Gareng dari Semarang.
Pagelaran wayang kulit yang mengambil tema Merawat Kebhinekaan Untuk Indonesia Damai dan Sejahtera tersebut, juga dihadiri Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti.
Niken mengatakan, pagelaran wayangan ini digelar agar masyarakat dari segala lapisan tumbuh suatu kesadaran bersama pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, Kebhinekaan merupakan anugerah Tuhan yang harus dirawat, dijaga dan disyukuri oleh semua masyarakat.
“ Juga harus dijadikan energi positif dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang besar, damai dan sejahtera ,” harap Niken, seperti dikutip Sindonews.com
Lebih lanjut Niken mengungkapkan, bahwa Kebhinekaan dan Keberagaman merupakan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia.
Melalui semangat kebhinekaan dan keberagaman pula, akan terbangun suatu sikap patriotisme sebagai modal untuk membangun bangsa ini. Sebab, lanjut dia, pendiri bangsa telah mengajarkan dan memberi contoh bawa meskipun berbeda beda agama, suku, ras, etnis, maupun budaya, tetap bersatu.
Dalam kesempatan tersebut, Niken berharap agar masyarakat Pati, bisa menjaga kondusifitas daerahnya, dan tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.(*)
Redaksi : Martanus
Sumber : inovasi
Sumber : inovasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar