Ketum PWRI Suriyanto PD : Golkar Dinilai Ceroboh Copot Kadernya Yang Kritis.
DPC PWRI KOTA BENGKULU, JAKARTA - Sepertinya Golkar akan dirundung persoalan terkait pencopotan beberapa kadernya yang berfikir kritis dan visioner.
Setelah mencopot salah satu inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia, kini giliran Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Yorrys Raweyai, harus mengalami nasib serupa.
Pencopotan Doli dan Yorrys sangat disayangkan. Dikhawatirkan justru akan memantik persoalan baru di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.
Akar persoalannya jelas, karena kedua senior partai bentukan Pak Harto tersebut, bersikap kritis, terkait kinerja kepemimpinan Setya Novanto yang dinilai tidak memberi pembelajaran politik yang baik bagi kader-kader partai maupun masyarakat, sehingga membuat elektabilitas Golkar menukik tajam.
Pendapat tersebut disampaikan pengamat politik sekaligus Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia, Suriyanto PD, di sela-sela diskusi ‘Politik dalam Perspektif Kebhinekaan’ di Jakarta, Jum’at, 06/07/17.
Menurutnya, elit DPP Partai Golkar harus bersikap dewasa untuk mensikapi setiap dinamika politik yang ada. Kasus Setya Novanto, harusnya tidak disikapi secara frontal, namun sebagai pembelajaran bagaimana menegakkan prinsip-prinsip organisasi yang sehat, transparan, berkeadilan dan yang paling penting sikap ksatria.
“ Sangat disayangkan. Jika cara-cara seperti ini terus dilakukan, Golkar akan menuai karmanya sendiri, yakni ditinggal konstituennya. Kepentingan organisasi harus dikedepankan daripada kepentingan pribadi, meski itu Ketumnya sekalipun. Yorrys memiliki alasan mengapa mewacanakan Plt Ketum, agar Setnov fokus pada persoalan hukum terkait korupsi KTP-e. Bukan mencari pembenaran lalu main pecat saja,” terang Suriyanto.
Suriyanto berharap, Golkar harus bisa memberi pendidikan politik yang baik bagi rakyat, kalau memang tidak ingin ditinggalkan kader-kadernya. Golkar sekarang sudah kehilangan visinya, tidak mendukung upaya-upaya Pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sementara itu, di tempat terpisah, Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Mahyudin enggan menanggapi pertanyaan media terkait pencopotan Yorrys sebagai Koordinator Bidang Polhukam DPP Partai Golkar.
“ Saya bukan di DPP, saya enggak tahu persis. Ini saya baru tahu dari media,” ujar Mahyudin, Rabu (04/10/2017), seperti dikutip liputan6.com.
Mahyudin menegaskan dirinya tidak akan memberi statemen apapun terkait pencopotan Yorrys Raweyai sebagai koordinator bidang Polhukam DPP Partai Golkar.
Sebagai wakil ketua Dewan Pakar, dirinya menunggu surat resmi terkait hal tersebut, baru nanti akan dibahas di Dewan Pakar untuk ditindak lanjuti.
“ Saya sebagai wakil ketua Dewan Pakar, nanti pasti melalui Ketua, Pak Agung Laksono, akan menanyakan alasan dan sebabnya. Yang pasti kita nunggu suratnya dulu, baru nanti diteruskan,” tegasnya. (*)
Redaksi : Martanus/Indra Syahputra
Sumber : Inovasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar