Kembali, Pasien Peserta BPJS dan Rumah Sakit Saling Tuding.
DPC PWRI KOTA BENGKULU, Palu - Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Nosarara Petobo Kota Palu membuat pasien peserta BPJS harus gigit jari. Pasalnya, pihak rumah sakit menentukan kebijakan secara sepihak, dan terkesan dipaksakan, sehingga membuat pasien merasa dirugikan.
Seperti kasus yang dialami Anto, orangtua pasien yang membawa anak balitanya untuk di rawat di rumah sakit Nosarara.
“Saya sangat heran dengan biaya Rumah Sakit, yang mencapai Rp 1.998.900,- , sementara anak saya masuk hanya sehari dan saya sebagai peserta BPJS kelas I,” Jelas Anto
Dengan biaya yang sangat besar dan tidak masuk akal, pihak keluarga pasien mempertanyakan besaran biaya tersebut kepada petugas rumah sakit Nosarara.
Ketika dikonfirmasi, salah seorang bidan di rumah sakit tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah menjelaskan kepada keluarga pasien sebelumnya, bahwa pasien memang peserta BPJS, namun sudah tidak aktif lagi. Dan pada saat pasien masuk rumah sakit, ruangan sudah penuh yang ada hanya ruang VIP, lalu pihak rumah sakit menawarkan jika keluarga mau akan dilayani di ruang VIP. Keluarga pasien mengiyakan tawaran tersebut.
Pihak Rumah Sakit Berdialog Dengan Pasien Peserta BPJS
Karena terjadi kesalahan pahaman komunikasi, dan supaya tidak terjadi perselisihan yang semakin melebar, pihak rumah sakit, melakukan dialog untuk menjelaskan duduk persoalannya, dan dicari solusi terbaik.
Petemuan singkat keluarga pasien dan pihak rumah sakit di ruang kerja pelayanan rumah sakit Nosarara Jumat,13/10/17 untuk meminta keterangan lanjut terkait biaya yang harus di keluarkan pasien.
Dialog antara pihak RS dan pasien peserta BPJS ini merupakan langkah baik untuk dlakukan.
“ Ini hanya persoalan komunikasi saja, kami sedang melakukan upaya musyawarah untuk mencari jalan keluarnya,” kata salah seorang bidan jaga yang tidak mau disebutkan namanya. (Red)
Sumber : Inovasi (PWRI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar