Penulis : M.Martanus
Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Dana transfer daerah dan dana desa untuk wilayah Provinsi Bengkulu tahun 2018 di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (14/12).
MataLensa.com, Bengkulu – Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menilai Pelaksanaan anggaran Kementrian dan Lembaga di Wilayah Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2017 ini baik, terlihat dari indikasi penyerapan APBD Kementrian dan Wilayah yang ada di Provinsi Bengkulu mencapai 80 persen.
“Kondisi ini berdampak dari pelayan lelang yang lebih awal, penetapan DIPA yang lebih awal serta perencaan anggaran yang jauh lebih awal,” ujar Kakanwil DJPb Provinsi Bengkulu Rinaldi dalam kegiatan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Dana transfer daerah dan dana desa untuk wilayah Provinsi Bengkulu tahun 2018 di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (14/12).
Hanya saja, Rinaldi mengatakan masih ada sejumlah tatangan yang harus terus di evaluasi diantaranya perbaikan efektifitas belanja negara. Dimana, belanja negara dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran agar betul – betul berbasis output dan memberikan manfaat yang optimal pada pencapaian sasaran pembangunan.
“Utamakan pemerataan pembangunan, pengurangan pengagguran dan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi serta perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan,” jelas Rinaldi.
Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah ini, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu mengumumkan sekaligus memberikan pengharagaan kepada satuan kerja yang memiliki kinerja pelaksanaan anggaran terbaik.
Mereka diantaranya yaitu pada posisi pertama diraih Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu dengan skor 99,19, peringkat kedua diraih Bidpropam Polda Bengkulu dengan skor 98,77. Peringkat ketiga diraih MAN 1 Model Bengkulu dengan skor 98,25.
Sedangkan posisi empat dan lima diraih oleh Ditreskrimum Polda Bengkulu skor 98,23 dan BPKP Perwakilan Provinsi Bengkulu dengan skor 97,88. (Red)
Kamis, 14 Desember 2017
Kisah Istri Firaun Masuk Surga.
Oleh : Ust Muslim Z
Penulis : M.Martanus
MataLensa.com
“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim).”
Asiyah binti Muzahim merupakan istri raja Fir’aun. Meski sang suami merupakan seorang yang terkenal sangat jahat dan kejam, Asiyah adalah sosok yang sabar, sopan, santun juga penuh kemuliaan. Ia adalah seorang wanita dengan budi pekerti luhur, penyayang dan penuh keteguhan untuk senantiasa berada di jalan yang benar.
Tak hanya cantik budi pekertinya, Asiyah juga merupakan seorang wanita yang begitu cantik parasnya. Kecantikannya inilah yang membuat raja Fir’aun bertekuk lutut padanya.
Asiyah adalah wanita mulia yang memiliki keteguhan hati kuat untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Meski sang suami menyiksanya dengan siksaan berat, ia tak pernah mau mengingkari keteguhan hatinya. Asiyah selalu mengamalkan apa yang diajarkan Musa As dengan baik. Ia juga hanya menyembah Allah SWT.
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malikat menaunginya,” (HR. Abu Ya’la).
Saat Fir’aun mengganjarnya dengan siksaan yang bertubi-tubi atas keimanannya,
Penulis : M.Martanus
MataLensa.com
“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim).”
Asiyah binti Muzahim merupakan istri raja Fir’aun. Meski sang suami merupakan seorang yang terkenal sangat jahat dan kejam, Asiyah adalah sosok yang sabar, sopan, santun juga penuh kemuliaan. Ia adalah seorang wanita dengan budi pekerti luhur, penyayang dan penuh keteguhan untuk senantiasa berada di jalan yang benar.
Tak hanya cantik budi pekertinya, Asiyah juga merupakan seorang wanita yang begitu cantik parasnya. Kecantikannya inilah yang membuat raja Fir’aun bertekuk lutut padanya.
Asiyah adalah wanita mulia yang memiliki keteguhan hati kuat untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Meski sang suami menyiksanya dengan siksaan berat, ia tak pernah mau mengingkari keteguhan hatinya. Asiyah selalu mengamalkan apa yang diajarkan Musa As dengan baik. Ia juga hanya menyembah Allah SWT.
Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Jika ia telah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malikat menaunginya,” (HR. Abu Ya’la).
Saat Fir’aun mengganjarnya dengan siksaan yang bertubi-tubi atas keimanannya,
Rabu, 13 Desember 2017
Kapolres Bengkulu Terima Penghargaan Ombudsman RI
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung saat menghadiri hasil penilaian ITK oleh Ombudsman RI Tahun 2017 di Auditorium SITK Jalan Tirtayasa No 6 Jakarta Selatan, Rabu (13/12).
MataLensa.com, Bengkulu – Pelayanan terbaik di bidang penerbitan SIM yang dilaksanakan oleh Polres Bengkulu membuahkan hasil.
Rabu (13/12/2017), Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart melalui Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung menerima penghargaan atas penilaian kepatuhan standar pelayanan publik sesuai dengan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang telah dilaksanakan oleh Ombudsman RI di 153 Polres.
“Ini menjadi motivasi bagi polres-polres lain jajaran Polda Bengkulu,” ujar Kapolda singkat.
Sementara itu, Kabid humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno mengatakan, Polres Bengkulu meraih nilai tertinggi dalam penilaian penerbitan SIM dari dua objek penilaian yang dilakukan yaitu penilaian pelayanan di bidang penerbitan SIM dan SKCK.
“Selain Polres Bengkulu ada 7 Pores lain yang juga mendapat penghargaan, yaitu Pores Dumai, Pores Pangkal Pinang, Polres Bangka Barat, Polres Serang, Pores Balikpapan, Polres Mataram dan Polres Pinrang,” ujar Sudarno.
Untuk diketahui, dalam kegiatan yang digelar di Auditorium SITK Jalan Tirtayasa No 6 Jakarta Selatan ini juga dilaksanakan penyampaian hasil penilaian ITK oleh Ombudsman RI Tahun 2017 dan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Enam Menteri Kabinet Kerja oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs HM Tito Karnavian MA PhD. (Red)
MataLensa.com, Bengkulu – Pelayanan terbaik di bidang penerbitan SIM yang dilaksanakan oleh Polres Bengkulu membuahkan hasil.
Rabu (13/12/2017), Kapolres Bengkulu AKBP Ady Savart melalui Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung menerima penghargaan atas penilaian kepatuhan standar pelayanan publik sesuai dengan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang telah dilaksanakan oleh Ombudsman RI di 153 Polres.
“Ini menjadi motivasi bagi polres-polres lain jajaran Polda Bengkulu,” ujar Kapolda singkat.
Sementara itu, Kabid humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno mengatakan, Polres Bengkulu meraih nilai tertinggi dalam penilaian penerbitan SIM dari dua objek penilaian yang dilakukan yaitu penilaian pelayanan di bidang penerbitan SIM dan SKCK.
“Selain Polres Bengkulu ada 7 Pores lain yang juga mendapat penghargaan, yaitu Pores Dumai, Pores Pangkal Pinang, Polres Bangka Barat, Polres Serang, Pores Balikpapan, Polres Mataram dan Polres Pinrang,” ujar Sudarno.
Untuk diketahui, dalam kegiatan yang digelar di Auditorium SITK Jalan Tirtayasa No 6 Jakarta Selatan ini juga dilaksanakan penyampaian hasil penilaian ITK oleh Ombudsman RI Tahun 2017 dan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama kepada Enam Menteri Kabinet Kerja oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs HM Tito Karnavian MA PhD. (Red)
DPRD Seluma Gelar Sidang Paripurna Kesepakatan Draf KUA-PPAS.
Penyerahan Kesepekatan Draf KUA/PPAS Antara Pemda Seluma dan DPRD Seluma Oleh Bupati Seluma Bundra Jaya dengan ketua DPRD Husni Thamrin.
MataLensa.com,Seluma – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma menggelar Sidang Paripurna dengan agenda kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah terhadap Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) tahun 2018. Rabu (13/12).
Laporan hasil pembahasan Banggar DPRD Seluma dengan Tim TAPD Pemda Seluma terhadap PPAS APBD Seluma yang dibacakan didalam sidang paripurna oleh Ketua Komisi II DPRD Seluma Romania, Belanja APBD 2018 sebesar Rp.913 miliar sedangkan PAD sebesar Rp. 888 miliar terdapat surplus atau difisit Sebesar 25 miliar sedangkan pembiayaan Netto sebesar Rp. 25 miliar, dan sisa lebih pembiayaan anggara Rp. 0.
Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin sebagai Pimpinan Sidang menyampaikan bahwa Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Seluma dalam jangka tiga tahun selalu menurun dari Rp. 1 terliun menjadi Rp. 888 miliar.
“mengingat kebutuhan anggaran yang sangat besar ini menjadi catatan bersama PAD dari tahun 2015 mencapai Rp. 1 terliun pada tahun 2016 Rp. 900 miliar dan pada tahun 2017 turun mencapai Rp. 888 miliar, “Kata Husni dalam penyampaiannya di paripurna Kesepakatan pembahasan KUA/PPAS
Ia mengatakan, Penyelesaian Pembahasan KUA/PPAS yang kurang dari 15 hari lebih cepat dari waktunya selama 90 hari kerja.
Penandatangan Kesepakatan Pembahasan KUA/PPAS antara Pemda Seluma Dan DPRD Seluma oleh Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin.
“pembahasan KUA/PPAS selesai kurang lebih 15 hari yang mana tanggal 20 November Pemda menyampaikan rancangan KUA dan tanggal 21 menyampaikan PPAS,”Sampai Husni.
Sementara itu, Sekda Seluma Irihadi membantah bahwa ada terjadi penurunan PAD Seluma pada tahun 2015 dari Rp. 1 terliun turun ke Rp. 900 miliar, PAD Seluma belum pernah mencapai Rp. 1 terliun.
“kalau Rp. 1 terliun itu saya bingung, PAD kita paling tinggi itu Rp. 900 miliar, ” Ujar Irihadi.
Sedangkan, untuk kesepakatan KUA/PPAS yang selesai dalam jangka 15 hari sudah disepakati antara Pemda dan DPRD Sekda mengatakan sudah dibahas sebelumnya akhir pembahasan yang belum sepakat beberapa hari ini.
“sudah dibahas sebelumnya akhirnya yang belum disepakati, ini kesepakatan bersama, kita lihat kemampuan keuangan kita, kita berinjak di alam realita, kita lihat kempauan uang pemerintah seperti apa kalau ingin kita sulap seperti surga seluma ini, kalau kemampuan keuangan kita terbatas mau dipenuhi semua itu khayalan, lebih baik kita makan singkong tapi nyata dari pada makan roti tapi mimpi, “beber Irihadi
Ditambahkannya, Masalah Difisit 25 miliar antara pendapatan dan belanja , tidak boleh difisit murni jadi ada pembiayaan sehingga tertutupi.
” Difisit ini tidak boleh difisit murni harus tertutupi dengan adanya pembiayaan, Seperti Silpa, Penjualan Aset. Pencairan dana Candangan, Pinjaman Daerah,” Ungkap Irihadi. (Red)
DPUPR Kota Bengkulu Sulap Kawasan Kumuh Menjadi Lebih Indah Dan Cantik.
Advertorial.
MataLensa.com, Bengkulu - Beberapa titik kawasan kumuh yang ada di Kota Bengkulu telah berhasil disulap menjadi kawasan indah dan cantik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi.
“Beberapa kawasan yang dulu kumuh seperti di Lempuing, daerah Gandaria telah berhasil kita ubah menjadi tidak kumuh lagi,” jelas Syafriandi dalam acara Peresmian dan Launching Program Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Bajak, Selasa (12/12/2017).
Di Kelurahan Bajak misalnya, dulu kawasan tersebut sangat kumuh dan menjadi tempat buang air besar. Namun saat ini, sudah dibangun sanitasi berbasis masyarakat yang sangat cantik dan tidak bau.
Sebelumnya, Perwakilan dari Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) Anastasia Carolina mengatakan Bengkulu selalu mendapatkan prestasi baik dalam pelaksanaan program pengentasan kawasan kumuh.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ada di daerah ini.
“Ada 3 program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, yakni Kotaku, NUSP dan Sanimas. Seluruh program ini dikerjakan dari dam oleh masyarakat,” sampainya.
Pengentasan kawasan kumuh tersebut, sambungnya, dilakukan melalui Program NUSP-2, Sanimas IDB dan KOTAKU. Kota Bengkulu sendiri selalu mendapatkan jatah dari pemerintah pusat.
“Ini karena semua kriteria yang diminta oleh pemerintah pusat, kita selalu siap. Sehingga kawasan yang dulu bauk sekarang menjadi berubah,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, pada 2018 Kota Bengkulu kembali mendapatkan bantuan sebesar Rp 5,5 miliar untuk pengentasan kawasan kumuh yang ada di daerah ini.
“Sebetulnya dulu tidak ada, tapi kita usahakan dan berhasil kembali turun Rp 5,5 miliar ke Kota Bengkulu,” sampainya.
Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi program pengentasan permukiman kumuh tersebut. Dia pun mengacungkan jempol untuk seluruh masyarakat yang ada di daerah ini yang telah bergotong-royong membangun infrastruktur tersebut.
“Tanpa keterlibatan masyarakat tidak mungkin pembangunan berjalan dengan baik, maka sejak awal memimpin kami kampanyekan, kami gelorakan, Program 8 Tekad Bengkuluku,” ungkapnya.
Dia berharap seluruh stakeholder yang ada di Kota Bengkulu turut menjaga hasil pembangunan. Rasa memiliki harus tumbuh di setiap jiwa orang yang tinggal di kota ini.
“Siapapun yang makan minum di Kota Bengkulu adalah pemilik sah Kota Bengkulu. Karena itu harus bertanggung jawab untuk menjaga dan membuat Kota Bengkulu bebas dari kekumuhan,” paparnya.
Dengan berbasis masyarakat, lanjutnya, maka masyarakat akan merasa memiliki dan keberlanjutan pembangunan akan terjaga. Inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan program tersebut.
“Keberhasilan program ini bukan dari volume infrastruktur yang dibangun, bukan juga dari nilai investasi yang ditanamkan. Tapi berhasil bisal tidak ada lagi kekumuhan,” kata dia.
Sekadar informasi, dana program SANIMAS ini bersumber dari bantuan Islamic Development Bank (IDB). Dana ini dikelola oleh Kementrian PUPR.
Untuk bisa mendapatkan dana ini, KSM harus mengajukan proposal ke Dinas PUPR. Tahun 2017, total anggaran yang digelontorkan ke Bengkulu untuk program program pembangunan kawasan kumuh mencapai Rp 10 miliar.(red)
MataLensa.com, Bengkulu - Beberapa titik kawasan kumuh yang ada di Kota Bengkulu telah berhasil disulap menjadi kawasan indah dan cantik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, Syafriandi.
“Beberapa kawasan yang dulu kumuh seperti di Lempuing, daerah Gandaria telah berhasil kita ubah menjadi tidak kumuh lagi,” jelas Syafriandi dalam acara Peresmian dan Launching Program Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Bajak, Selasa (12/12/2017).
Di Kelurahan Bajak misalnya, dulu kawasan tersebut sangat kumuh dan menjadi tempat buang air besar. Namun saat ini, sudah dibangun sanitasi berbasis masyarakat yang sangat cantik dan tidak bau.
Sebelumnya, Perwakilan dari Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) Anastasia Carolina mengatakan Bengkulu selalu mendapatkan prestasi baik dalam pelaksanaan program pengentasan kawasan kumuh.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ada di daerah ini.
“Ada 3 program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, yakni Kotaku, NUSP dan Sanimas. Seluruh program ini dikerjakan dari dam oleh masyarakat,” sampainya.
Pengentasan kawasan kumuh tersebut, sambungnya, dilakukan melalui Program NUSP-2, Sanimas IDB dan KOTAKU. Kota Bengkulu sendiri selalu mendapatkan jatah dari pemerintah pusat.
“Ini karena semua kriteria yang diminta oleh pemerintah pusat, kita selalu siap. Sehingga kawasan yang dulu bauk sekarang menjadi berubah,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, pada 2018 Kota Bengkulu kembali mendapatkan bantuan sebesar Rp 5,5 miliar untuk pengentasan kawasan kumuh yang ada di daerah ini.
“Sebetulnya dulu tidak ada, tapi kita usahakan dan berhasil kembali turun Rp 5,5 miliar ke Kota Bengkulu,” sampainya.
Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi program pengentasan permukiman kumuh tersebut. Dia pun mengacungkan jempol untuk seluruh masyarakat yang ada di daerah ini yang telah bergotong-royong membangun infrastruktur tersebut.
“Tanpa keterlibatan masyarakat tidak mungkin pembangunan berjalan dengan baik, maka sejak awal memimpin kami kampanyekan, kami gelorakan, Program 8 Tekad Bengkuluku,” ungkapnya.
Dia berharap seluruh stakeholder yang ada di Kota Bengkulu turut menjaga hasil pembangunan. Rasa memiliki harus tumbuh di setiap jiwa orang yang tinggal di kota ini.
“Siapapun yang makan minum di Kota Bengkulu adalah pemilik sah Kota Bengkulu. Karena itu harus bertanggung jawab untuk menjaga dan membuat Kota Bengkulu bebas dari kekumuhan,” paparnya.
Dengan berbasis masyarakat, lanjutnya, maka masyarakat akan merasa memiliki dan keberlanjutan pembangunan akan terjaga. Inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan program tersebut.
“Keberhasilan program ini bukan dari volume infrastruktur yang dibangun, bukan juga dari nilai investasi yang ditanamkan. Tapi berhasil bisal tidak ada lagi kekumuhan,” kata dia.
Sekadar informasi, dana program SANIMAS ini bersumber dari bantuan Islamic Development Bank (IDB). Dana ini dikelola oleh Kementrian PUPR.
Untuk bisa mendapatkan dana ini, KSM harus mengajukan proposal ke Dinas PUPR. Tahun 2017, total anggaran yang digelontorkan ke Bengkulu untuk program program pembangunan kawasan kumuh mencapai Rp 10 miliar.(red)
Kampung Cina Kota Bengkulu.
Advertorial.
MataLensa.com, Bengkulu - Kondisi kampung cina saat ini telah menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Karena, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas PUPR kota telah melakukan perbaikan trotoar yang dilengkapi dengan lampu-lampu hias berjejer di pinggir jalan.
Tak hanya itu, di atas trotoar juga dipasang kursi-kursi unik yang dapat digunakan untuk bersantai. Hal ini berdasarkan keseriusan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang akan menjadikan Kampung Cina sebagai objek wisata sejarah.
"Sekarang kita sudah punya trotoar yang cukup luas serta lampu dengan motif cina, dan setelah kita bercengkrama dengan warga tionghoa setempat Alhamdulillah mereka siap mendukung lokasi ini jadi objek wisata," kata Walikota Helmi Hasan saat melakukan peninjauan langsung, Selasa siang (12/12/2017).
Dirinya juga terlihat mengunjungi satu persatu toko yang berjejer di kampung cina tersebut, dan bertanya langsung kepada penduduk setempat terhadap respon pembangunan trotoar tersebut.
Dalam hal ini, Helmi Hasan meminta kepada warga setempat untuk bekerjasama, agar setiap pemilik rumah dan toko mengecat bangunannya dengan warna yang identik seperti merah dan lain sebagainya, serta memasangkan lampion - lampion sehingga, kondisi rumah atau toko disekitar dapat mengimbangi trotoar yang sudah diperbaiki.
"Harapan kita mereka menyesuaikan, ada lampion dan warna-warna tembok yang seragam. Karena, tujuan kita bukan hanya warga lokal saja yang menikmati suasana ini, tetapi juga wisatawan dari luar daerah," terangnya.
Selain itu, dalam menghidupkan lagi suasana di kampung cina ini, ia juga mengizinkan kepada seluruh forum atau kelompok-kelompok anak muda agar Kampung cina dijadikan sebagai tempat tongkrongan serta menyalurkan kreatifitas dan seni, sehingga kegiatan-kegiatan yang ditampilkan memiliki efek positif dan mengalihkan pikiran pemuda dari bahaya narkoba.
"Orang mau nongkrong sambil foto selfie bisa di sini, atau orang mau nongkrong malam mingguan bisa disiapkan atraksi-atraksi anak muda, anak band, tari-tarian, atau ada media Televisi mau dialog terbuka bisa juga diadakan di sini, tetapi trotoarnya bukan dijadikan tempat jualan," ujarnya.
Usai dari Kampung Cina ini, Walikota Helmi Hasan menggunakan Moge (Moter Gede) juga meninjau Jembatan Warna-Warni di RT. 05 RW 10 di Lempuing dan Taman Nusa Indah di Kecamatan Ratu Agung. (rls)
MataLensa.com, Bengkulu - Kondisi kampung cina saat ini telah menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Karena, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas PUPR kota telah melakukan perbaikan trotoar yang dilengkapi dengan lampu-lampu hias berjejer di pinggir jalan.
Tak hanya itu, di atas trotoar juga dipasang kursi-kursi unik yang dapat digunakan untuk bersantai. Hal ini berdasarkan keseriusan Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang akan menjadikan Kampung Cina sebagai objek wisata sejarah.
"Sekarang kita sudah punya trotoar yang cukup luas serta lampu dengan motif cina, dan setelah kita bercengkrama dengan warga tionghoa setempat Alhamdulillah mereka siap mendukung lokasi ini jadi objek wisata," kata Walikota Helmi Hasan saat melakukan peninjauan langsung, Selasa siang (12/12/2017).
Dirinya juga terlihat mengunjungi satu persatu toko yang berjejer di kampung cina tersebut, dan bertanya langsung kepada penduduk setempat terhadap respon pembangunan trotoar tersebut.
Dalam hal ini, Helmi Hasan meminta kepada warga setempat untuk bekerjasama, agar setiap pemilik rumah dan toko mengecat bangunannya dengan warna yang identik seperti merah dan lain sebagainya, serta memasangkan lampion - lampion sehingga, kondisi rumah atau toko disekitar dapat mengimbangi trotoar yang sudah diperbaiki.
"Harapan kita mereka menyesuaikan, ada lampion dan warna-warna tembok yang seragam. Karena, tujuan kita bukan hanya warga lokal saja yang menikmati suasana ini, tetapi juga wisatawan dari luar daerah," terangnya.
Selain itu, dalam menghidupkan lagi suasana di kampung cina ini, ia juga mengizinkan kepada seluruh forum atau kelompok-kelompok anak muda agar Kampung cina dijadikan sebagai tempat tongkrongan serta menyalurkan kreatifitas dan seni, sehingga kegiatan-kegiatan yang ditampilkan memiliki efek positif dan mengalihkan pikiran pemuda dari bahaya narkoba.
"Orang mau nongkrong sambil foto selfie bisa di sini, atau orang mau nongkrong malam mingguan bisa disiapkan atraksi-atraksi anak muda, anak band, tari-tarian, atau ada media Televisi mau dialog terbuka bisa juga diadakan di sini, tetapi trotoarnya bukan dijadikan tempat jualan," ujarnya.
Usai dari Kampung Cina ini, Walikota Helmi Hasan menggunakan Moge (Moter Gede) juga meninjau Jembatan Warna-Warni di RT. 05 RW 10 di Lempuing dan Taman Nusa Indah di Kecamatan Ratu Agung. (rls)
Selasa, 12 Desember 2017
Anggaran TPP Dan Perjalanan Dinas Dipangkas Rp 15 Miliar
MataLensa.com, Seluma – Wakil Ketua I DPRD Seluma, Ulil Umidi mengatakan, pembahasan RAPBD Seluma tahun anggaran 2018 akan segera dilakukan. Mengingat, sudah ada kesempatan antara pihak eksekutif dan legislatif.
“TPP dan perjalanan dinas dikurangi untuk pembangunan. Pembahasan akan dilanjutkan karena antara eksekutif dan legislatif sudah ada titik temu,” kata Ulil usai menggelar rapat tertutup bersama unsur pimpinan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat pimpinan DPRD Seluma ,Selasa kemaren (12/12/2017).
Ulil menjelaskan, anggaran perjalanan dinas dipangkas hampir diangka Rp10 miliar. Termasuk anggaran TPP yang dipangkas mencapai Rp 5 miliar. Ini dilakukan untuk menutupi defisit anggaran yang berimbas pada keterlambatan pembangunan.
“Semuanya diakomodir. Pokok pikiran DPRD dan usulan OPD dimasukkan. Tapi akan dilihat skala prioritas dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Rapat unsur pimpinan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat pimpinan DPRD Seluma
Sebelumnya, pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Badan Musyawarah (Banmus) belum menemukan hasil. Draf yang diajukan eksekutif ditolak Legislatif karena dinilai tidak mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Namun, Bupati Seluma melayangkan surat kepada pimpinan DPRD sebagai pemberitahuan agar segera melakukan pembahasan.
Sebab, jika tidak dilakukan pembahasan, Bupati Kabupaten Seluma, Bundra Jaya akan mengambil langkah strategis dengan tetap berpedoman atau mengacu pada APBD Seluma tahun 2017 ini. (Red)
“TPP dan perjalanan dinas dikurangi untuk pembangunan. Pembahasan akan dilanjutkan karena antara eksekutif dan legislatif sudah ada titik temu,” kata Ulil usai menggelar rapat tertutup bersama unsur pimpinan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat pimpinan DPRD Seluma ,Selasa kemaren (12/12/2017).
Ulil menjelaskan, anggaran perjalanan dinas dipangkas hampir diangka Rp10 miliar. Termasuk anggaran TPP yang dipangkas mencapai Rp 5 miliar. Ini dilakukan untuk menutupi defisit anggaran yang berimbas pada keterlambatan pembangunan.
“Semuanya diakomodir. Pokok pikiran DPRD dan usulan OPD dimasukkan. Tapi akan dilihat skala prioritas dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Rapat unsur pimpinan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat pimpinan DPRD Seluma
Sebelumnya, pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Badan Musyawarah (Banmus) belum menemukan hasil. Draf yang diajukan eksekutif ditolak Legislatif karena dinilai tidak mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Namun, Bupati Seluma melayangkan surat kepada pimpinan DPRD sebagai pemberitahuan agar segera melakukan pembahasan.
Sebab, jika tidak dilakukan pembahasan, Bupati Kabupaten Seluma, Bundra Jaya akan mengambil langkah strategis dengan tetap berpedoman atau mengacu pada APBD Seluma tahun 2017 ini. (Red)
Langganan:
Postingan (Atom)
DPC PWRI Kota Bengkulu Apresiasi Komitmen Kadis PUPR Kota Bengkulu.
MataLensa, Bengkulu – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Bengkulu mengapresiasi aksi cepat tanggapny...
-
Ket Photo : SMAN 11 Kota Bengkulu. MataLensa.com, Bengkulu - Perwakilan guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kota Bengkulu, ...













