Nasional.
MataLensa.com, Jakarta - Dewasa ini pertumbuhan media sangat pesat, namun sayangnya tidak semua media mampu menjalankan fungsinya dengan tepat. Hal ini, disebabkan oleh berbagai faktor yang mendasarinya, misalnya kurangnya pemahaman tentang komunikasi, cara menyampaikan, atau cara mengemas berita yang hanya asal asalan.
Perlu disadari, kebutuhan manusia yang semakin bertambah, termasuk dalam hal informasi, media harus mampu menyajikan suatu berita semenarik mungkin, sehingga akan menjadikannya sebagai rujukan, dan diminati khalayak sehingga menjadi media yang kehadirannya dinanti nanti.
Menyikapi persoalan media yang terus bergerak dinamis, Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Suriyanto PD, mengungkapkan pandangannya bagaimana memfungsikan media secara tepat, terarah, visioner, sehingga mampu mengawal suatu perubahan yang baik bagi bangsa ini ke depan. Karena menurutnya, media merupakan ujung tombak eksistensi bangsa.
Berikut petikannya.
Menurut Anda, bagaimana peran suatu media, di tengah maraknya perkembangan teknologi global dewasa ini.
SURIYANTO : Sebelumnya kita harus melihat terlebih dahulu perkembangan media dari jaman ke jaman. Jika dulu media cetak menjadi sumber informasi utama, sekarang suasanya telah berbeda. Perkembangan teknologi secara global, telah mengubah wajah media konvensional seperti koran, majalah, tabloid, untuk menyesuaikan diri menyatu di era digital seperti sekarang ini.
Kenapa, karena seiring perkembangan teknologi, peran internet mengambil alih hampir 70 persen segmen pembaca konvensional beralih ke digital. Hal ini tentunya, membawa konsekuensi tersendiri, dimana media yang sebelumnya di jalur konvensional beralih ke digital.
Selain itu, di tengah-tengah perkembangan media ini, terjadi juga perubahan dalam dinamisme media, masyarakat, maupun politik.
Di PWRI sendiri, kami memiliki anggota yang mengelola media hampir 600 lebih media, dengan komposisi 60 persen media online, 15 persen media cetak, 10 persen media radio, 10 persen televisi berbasis online dan 5 persen bersifat inhouse magazine.
Artinya, dengan jumlah maupun prosentase sebesar itu, kami terus mempersiapkan diri dengan memberi pelatihan-pelaltihan jurnalistik, strategi mengelola media, sesuai dengan aturan perundang undangan dan prinsip-prinsip kode etik jurnalistik.
Bagaimana Anda mensikapi munculnya media-media baru di Indonesia
SURIYANTO : Itu adalah dinamika yang harus kita sikapi dengan positif. Yang harus diwaspadai adalah soal kepemilikan media. Pemilik media harus tahu diri, sehingga mampu menjalankan medianya menjadi alat kontrol yang baik, tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lain yang bisa merusak kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ketika seseorang terjun dalam bisnis media, satu hal penting yang harus dimiliki ia harus punya visi kebangsaan. Dengan demikian, kepentingan bangsa akan lebih mengemuka daripada kepentingan pribadi, kelompok, maupun kepentingan asing yang hanya ingin membuat bangsa ini carut marut.
Kami di PWRI lebih selektif soal itu. Karena PWRI sebagai organisasi profesi bagi kalangan jurnalis, dimana sebagian besar diantara mereka adalah pemilik dan pengelola media. Pengelola media yang tergabung dalam organisasi PWRI, harus mampu pula menjalankan media sesuai fungsinya, jernih, jujur, aspiratif, inspiratif, dan mengedukasi masyarakat sesuai kultur budaya bangsa kita yang luhur, beradab dan bermartabat. Dengan demikian, media kita bisa mentransformasi pola pikir yang baik, untuk kebaikan bangsa ini ke depan.
Apa yang Anda telah lakukan terkait jurnalis maupun pengelola media yang tergabung dalam organisasi PWRI ?
SURIYANTO : Dalam berbagai kesempatan, saya selalu tekankan, jadilan seorang jurnalis yang profesional, jujur, dan mampu memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat dan bangsa melalui karya karya jurnalistik. Hindari berita hoaks yang bisa merusak sendi sendi kehidupan. Katakan benar jika hal itu benar, katakan salah jika memang salah, beri solusi yang baik dengan bahasa yang santun dan baik.
Sekali lagi, patut disadari bersama, bahwa media merupakan ujung tombak eksistensi suatu bangsa. Jagalah marwah bangsa ini melalui media, jangan sampai media disusupi oleh orang-orang yang berniat buruk yang ingin memecah belah bangsa, bahkan sampai merusak moral bangsa.
Insya Alloh media-media yang tergabung dalam PWRI akan mampu mengawal bangsa ini ke arah yang lebih baik. Itu komitmen kami.
Untuk menuju ke arah sana, semua pengurus PWRI baik tingkat Provinsi hingga tingkat cabang, wajib melakukan pelatihan pelatihan jurnalistik, sehingga nantinya lebih profesional, dan pada gilirannya mampu pula menyuarakan pesan-pesan pembangunan, sehingga bangsa ini lebih baik lagi.
Saya juga tekankan, bahwa jurnalis-jurnalis yang tergabung dalam PWRI, harus memiliki kompetensi dan kejujuran dalam menuangkan karya-karya jurnalistiknya, baik dalam membuat berita, artikel, maupun produk jurnalistik lainnya sehingga terjaga mutunya. (Red)
Sumber : inovasi (PWRI)
Sabtu, 16 Desember 2017
Dukungan Terus Mengalir Untuk Pasangan Independen David-Baksir
Penulis : M.Martanus.
MataLensa.com, Bengkulu - Pasangan Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, David - Baksir terus melangkah maju menuju BD 1 A, Kota Bengkulu. Melalui jalur independen, atau non partai, David bersama pasangannya Baksir sudah mengantarkan persyaratannya ke KPU Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.
"Kita sudah mendaftar ke KPU Kota melalui jalur non partai, saat ini menunggu ferivikasi faktual. Kami berharap dan optimis lolos," kata David Suardi, Sabtu (16/12/2017).
David optimis akan meraih dukungan masyarakat Kota Bengkulu. Sebab menurutnya, masyarakat kota adalah masyarakat yang cerdas dan melek informasi.
"Pemilih dikota sudah cerdas, kita optimis para pemilih akan memilih berdasarkan kriteria, bukan hasutan," jelas David.
Untuk diketahui, saat ini paslon David-Baksir tidak hanya mendapat dukungan dari masyarakat umum saja, namun partai politik juga sudah ada yang menyatakan dukungannya.
"Ada dari versi PPP Djan Faridz juga sudah menyatakan mendukung kita, saya juga terus berkomunikasi dengan tarif partai, itu sama sekali bukan anti partai, kami hadir untuk semua kalangan," pungkas David. (red)
MataLensa.com, Bengkulu - Pasangan Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu, David - Baksir terus melangkah maju menuju BD 1 A, Kota Bengkulu. Melalui jalur independen, atau non partai, David bersama pasangannya Baksir sudah mengantarkan persyaratannya ke KPU Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.
"Kita sudah mendaftar ke KPU Kota melalui jalur non partai, saat ini menunggu ferivikasi faktual. Kami berharap dan optimis lolos," kata David Suardi, Sabtu (16/12/2017).
David optimis akan meraih dukungan masyarakat Kota Bengkulu. Sebab menurutnya, masyarakat kota adalah masyarakat yang cerdas dan melek informasi.
"Pemilih dikota sudah cerdas, kita optimis para pemilih akan memilih berdasarkan kriteria, bukan hasutan," jelas David.
Untuk diketahui, saat ini paslon David-Baksir tidak hanya mendapat dukungan dari masyarakat umum saja, namun partai politik juga sudah ada yang menyatakan dukungannya.
"Ada dari versi PPP Djan Faridz juga sudah menyatakan mendukung kita, saya juga terus berkomunikasi dengan tarif partai, itu sama sekali bukan anti partai, kami hadir untuk semua kalangan," pungkas David. (red)
Tahun 2018 Rohidin Siapkan Lima Langkah Strategis Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu.
Penulis : M.Martanus
MataLensa.com, Bengkulu – Di Tahun anggaran 2018, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur, Rohidin Mersyah telah merencanakan lima langkah startegis guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu. Kelima langkah strategis ini tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak pencapaiannya agar maksimal.
“Kelima langkah strategis ini akan terus kita garap bersama. Sehingga, 2018 perekonomian masyarakat provinsi Bengkulu akan naik secara maksimal,” ujar Rohidin Mersyah, Sabtu kemaren (16/12).
Kelima langkah strategis tersebut yakni, pengembangan infrastruktur sebagai konektivitas antara daerah, pembukaan rute penerbangan baru, membuat blue print rencana induk pengembangan pariwisata, mengembangkan kawasan pelabuhan Pulau Baai menjadi kawasan ekonomi khusus dan mengembangkan bandara Fatmawati Soekarno menjadi Bandara Internasional.
“Dua dari lima langkah startegis ini telah selasai. Yaitu, pembukaan rute penerbangan baru telah make deal yaitu rute Bengkulu – Bandung. Lalu, blue print rencana induk pengembangan pariwisata juga sudah selesai kita susun,” jelasnya.
Sedangkan, untuk pengambangan pelabuhan Pulau Baai menjadi kawasan ekonomi khusus juga saya yakin akan segera terwujud melalui pengusulan pengusulan yang dilakukan oleh BUMN PT Pelindo II, mulai dari lobi-lobi hingga presentasi juga sudah terus dilakukan.
“Sementara, untuk upaya pengembangan Bandara Fatmawati menjadi Bandara Internasional juga sudah membuahkan hasil yang sangat bagus,” paparnya.
“Dalam waktu dekat, Pemprov Bengkulu melalui dinas perhubungan akan dijadwalkan pembahasan dengan PT Angkasa Pura II dan dirjen perhubungan udara soal kerjasama pengelolaannya,” pungkasnya. (Red)
MataLensa.com, Bengkulu – Di Tahun anggaran 2018, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur, Rohidin Mersyah telah merencanakan lima langkah startegis guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Provinsi Bengkulu. Kelima langkah strategis ini tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak pencapaiannya agar maksimal.
“Kelima langkah strategis ini akan terus kita garap bersama. Sehingga, 2018 perekonomian masyarakat provinsi Bengkulu akan naik secara maksimal,” ujar Rohidin Mersyah, Sabtu kemaren (16/12).
Kelima langkah strategis tersebut yakni, pengembangan infrastruktur sebagai konektivitas antara daerah, pembukaan rute penerbangan baru, membuat blue print rencana induk pengembangan pariwisata, mengembangkan kawasan pelabuhan Pulau Baai menjadi kawasan ekonomi khusus dan mengembangkan bandara Fatmawati Soekarno menjadi Bandara Internasional.
“Dua dari lima langkah startegis ini telah selasai. Yaitu, pembukaan rute penerbangan baru telah make deal yaitu rute Bengkulu – Bandung. Lalu, blue print rencana induk pengembangan pariwisata juga sudah selesai kita susun,” jelasnya.
Sedangkan, untuk pengambangan pelabuhan Pulau Baai menjadi kawasan ekonomi khusus juga saya yakin akan segera terwujud melalui pengusulan pengusulan yang dilakukan oleh BUMN PT Pelindo II, mulai dari lobi-lobi hingga presentasi juga sudah terus dilakukan.
“Sementara, untuk upaya pengembangan Bandara Fatmawati menjadi Bandara Internasional juga sudah membuahkan hasil yang sangat bagus,” paparnya.
“Dalam waktu dekat, Pemprov Bengkulu melalui dinas perhubungan akan dijadwalkan pembahasan dengan PT Angkasa Pura II dan dirjen perhubungan udara soal kerjasama pengelolaannya,” pungkasnya. (Red)
Jumat, 15 Desember 2017
Irihadi Pastikan Di Akhir Desember 2017, Akan Ada Mutasi Pejabat.
Penulis : M.Martanus
MataLensa.com, Seluma – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Irihadi memastikan, Mutasi pejabat eselon III dan IV akan digelar pada akhir Desember ini. Mutasi digelar pada akhir tahun kata dia, guna mengantisipasi adanya kegiatan yang berkaitan dengan tugas ASN itu sendiri.
“Selesaikan dulu tugas, administrasi dan keuangan. Baru nanti tahun baru pejabat baru, kerjanya dari awal,”kata Irihadi kepada jurnalis belum lama ini.
Dia menambahkan, mutasi yang akan digelar nantinya, bukan hanya sekedar seremonial. Mengingat, banyak posisi jabatan yang kosong. Sehingga, kedepannya tidak menghambat kinerja pemerintah dalam bidang administrasi.
“Itu bukan sekedar keinginan. Tapi memang ditempatkan sesuai kebutuhan,”jelas dia.
Meskipun telah memastikan akan ada rotasi pejabat, Irihadi masih enggan menyebutkan jumlah ASN yang di mutasi. Dia mengatakan, draf mutasi telah selesai dan akan di bahas oleh Badan Pertimbangan Jabatan Dan Kepangkatan (Baperjakat) sebelum akhir Desember ini.
Beberapa jabatan kosong diantaranya, Kabag Humas Setda Seluma, Sekretaris Disperindagkop, Sekretaris Dinas PUPR dan Sekretaris Dewan. Sedangkan jabatan eselon II yang kosong yaitu, Kadis Nakertrans, Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis Perkim. Pengisian pejabat eselon II ini harus melewati proses seleksi jabatan.(red)
MataLensa.com, Seluma – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Irihadi memastikan, Mutasi pejabat eselon III dan IV akan digelar pada akhir Desember ini. Mutasi digelar pada akhir tahun kata dia, guna mengantisipasi adanya kegiatan yang berkaitan dengan tugas ASN itu sendiri.
“Selesaikan dulu tugas, administrasi dan keuangan. Baru nanti tahun baru pejabat baru, kerjanya dari awal,”kata Irihadi kepada jurnalis belum lama ini.
Dia menambahkan, mutasi yang akan digelar nantinya, bukan hanya sekedar seremonial. Mengingat, banyak posisi jabatan yang kosong. Sehingga, kedepannya tidak menghambat kinerja pemerintah dalam bidang administrasi.
“Itu bukan sekedar keinginan. Tapi memang ditempatkan sesuai kebutuhan,”jelas dia.
Meskipun telah memastikan akan ada rotasi pejabat, Irihadi masih enggan menyebutkan jumlah ASN yang di mutasi. Dia mengatakan, draf mutasi telah selesai dan akan di bahas oleh Badan Pertimbangan Jabatan Dan Kepangkatan (Baperjakat) sebelum akhir Desember ini.
Beberapa jabatan kosong diantaranya, Kabag Humas Setda Seluma, Sekretaris Disperindagkop, Sekretaris Dinas PUPR dan Sekretaris Dewan. Sedangkan jabatan eselon II yang kosong yaitu, Kadis Nakertrans, Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis Perkim. Pengisian pejabat eselon II ini harus melewati proses seleksi jabatan.(red)
Korem 041/Gamas Peringati Hari Juang Kartika.
MataLensa.com, Bengkulu – Danrem 041/Gamas, Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga mengajak kepada seluruh anggota TNI AD jajaran Korem 041/Gamas untuk meneladani semangat juang para pahlawan Palagan Ambarawa yang tak gentar menghadapi musuh walaupun hanya berbekal senjata seadanya. Namun laskar yang di pimpin oleh Panglima Sudirman itu berhasil merebut kota Ambarawa dari tangan penjajah.
“Tanggal 15 Desember 1945 atau moment pertempuran Palagan Anbarawa adalah peristiwa heroik yang melatarbelakangi peringatan hari lahirnya TNI AD,” ujar Danrem 041/Gamas, Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga didampingi Kapenrem 041/ Gamas, Mayor Inf David Suardi, usai memperingati Hari Juang Kartika (HJK) di Batalyon 144 Jaya Yudha, Jumat (15/12/2017).
Dijelaskan Danrem, semangat juang para pahlawan dalam peristiwa palagan ambarawa ini yang harus diteruskan sebagai prajurit Sapta Marga.
“Maknanya, bahwa apapun yang TNI AD lakukan, harus memberi manfaat kepada masyarakat. Sebab, memang TNI itu berasal dari rakyat dan nantinya akan kembali ke rakyat. Manunggal dengan rakyat, TNI AD kuat,” tegasnya.
Untuk diketahui, peringatan HJK 2017 berjalan meriah. Usai melaksanakan upacara, tamu undangan diantaranya unsur FKPD prov bengkulu, Plt Gubernur Bengkulu, Kabinda, perwakilan Kapolda Bengkulu, perwakilan Danlanal Bengkulu, perwakilan Kajati Bengkulu serta tamu undangan yang lain tampak larut dalam suasana meriah bersama kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, sunatan massal dan donor darah.
“Kegiatan diakhiri dengan panggung hiburan prajurit yang disiapkan oleh personil Batalyon 144 JY,” ujar Kapenrem 041/Gamas, Mayor Inf David Suardi. (Red)
“Tanggal 15 Desember 1945 atau moment pertempuran Palagan Anbarawa adalah peristiwa heroik yang melatarbelakangi peringatan hari lahirnya TNI AD,” ujar Danrem 041/Gamas, Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga didampingi Kapenrem 041/ Gamas, Mayor Inf David Suardi, usai memperingati Hari Juang Kartika (HJK) di Batalyon 144 Jaya Yudha, Jumat (15/12/2017).
Dijelaskan Danrem, semangat juang para pahlawan dalam peristiwa palagan ambarawa ini yang harus diteruskan sebagai prajurit Sapta Marga.
“Maknanya, bahwa apapun yang TNI AD lakukan, harus memberi manfaat kepada masyarakat. Sebab, memang TNI itu berasal dari rakyat dan nantinya akan kembali ke rakyat. Manunggal dengan rakyat, TNI AD kuat,” tegasnya.
Untuk diketahui, peringatan HJK 2017 berjalan meriah. Usai melaksanakan upacara, tamu undangan diantaranya unsur FKPD prov bengkulu, Plt Gubernur Bengkulu, Kabinda, perwakilan Kapolda Bengkulu, perwakilan Danlanal Bengkulu, perwakilan Kajati Bengkulu serta tamu undangan yang lain tampak larut dalam suasana meriah bersama kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis, sunatan massal dan donor darah.
“Kegiatan diakhiri dengan panggung hiburan prajurit yang disiapkan oleh personil Batalyon 144 JY,” ujar Kapenrem 041/Gamas, Mayor Inf David Suardi. (Red)
Mayor Inf David Suardi Jaga Komunikasi Baik Dengan Seluruh Parpol.
Penulis : M.Martanus
Tim Pemenangan dari tim David Centre saat ini yang berada di Jalan Flamboyan masih memonitor verifikasi faktual yang sedang dilakukan oleh KPU.
“Ya, tim kita masih memantau sekaligus memonitor verifikasi faktual yang di lakukan oleh KPU,” ungkap Ketua Tim David Center Syafjoni Jar, Kamis (14/12/2017).
Selain itu, Tim David Centre segera berkoordinasi untuk menggencarkan sosialisasi.
Terpisah, Mayor David mengungkapkan, dukungan dari pengurus PPP Provinsi dan Kota Bengkulu versi kepemimpinan Djan Farid merupakan stimulan awal untuk perubahan di Kota Bengkulu.
“Kita menjaga hubungan baik dengan semua Parpol. Kita masih tingkatkan komunikasi dengan parpol lainnya,” jelas David singkat. (Red)
Mayor Inf David Suardi
MataLensa.com, Bengkulu – Mayor Inf David Suardi beserta wakil pasangannya Drs Bakhsir MM makin serius untuk bertarung dan maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu.Tim Pemenangan dari tim David Centre saat ini yang berada di Jalan Flamboyan masih memonitor verifikasi faktual yang sedang dilakukan oleh KPU.
“Ya, tim kita masih memantau sekaligus memonitor verifikasi faktual yang di lakukan oleh KPU,” ungkap Ketua Tim David Center Syafjoni Jar, Kamis (14/12/2017).
Selain itu, Tim David Centre segera berkoordinasi untuk menggencarkan sosialisasi.
Terpisah, Mayor David mengungkapkan, dukungan dari pengurus PPP Provinsi dan Kota Bengkulu versi kepemimpinan Djan Farid merupakan stimulan awal untuk perubahan di Kota Bengkulu.
“Kita menjaga hubungan baik dengan semua Parpol. Kita masih tingkatkan komunikasi dengan parpol lainnya,” jelas David singkat. (Red)
Kamis, 14 Desember 2017
Sidang Perkara OTT, Lily Akui RM Tak Terlibat, Sementara RDS Divonis 6 Tahun Penjara.
Penulis : M.Martanus
MataLensa.com, Bengkulu – Istri Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti (RM), Lily Martiani, terdakwa kasus OTT suap fee proyek pembangunan jalan provinsi Bengkulu bersikeras jika suaminya RM tidak terlibat dalam aksi permintaan uang terhadap Joni Wijaya melalui Rico Diansari.Bahkan dalam sidang beragenda pembacaan pledoi atau pembelaan terhadap terdakwa di Pengadilan tipikor, Kamis (14/12) ini, Lily juga bersikeras sembari bersumpah menyatakan jika uang yang diserahkan Joni Wijaya melalui Rico Diansari adalah uang Tunjangan Hari Raya (THR).
“Saya minta maaf kepada semua. Jika akibat ulah saya meminta uang THR itu justru berujung malapetaka kepada suami saya Ridwan Mukti. Padahal, dia (Ridwan Mukti, red) sama sekali tidak mengetahui apalagi memerintahkan saya untuk meminta uang THR itu,” ujar Lily sembari menangis menyampaikan pembelaan pribadi darinya.
Dihadapan Majelis Hakim, Lily juga mengakui salah atas perbuatannya meminta THR tersebut dan meminta Majelis Hakim untuk meringankan hukuman bagi dirinya jauh dibawah tuntutan yang disampaikan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang yang lalu yaitu 10 tahun penjara, denda 400 juta dan pencabutan hak politik.
“Saya merasa sangat menyesal atas perbuatan saya. Saya mohon keringanan Majelis Hakim. Saya memiliki tanggungan anak yang masih kecil yang masih duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar,” ujar Lily.
Dilain sisi, Gubernur non Aktif, Ridwan Mukti, saat menyampaikan pembelaan pribadinya menyatakan jika hingga sidang pembacaan pledoi oleh kuasa hukumnya ini, dirinya sama sekali tidak paham atas apa yang didakwakan JPU KPK terhadap dirinya.
“Sampai saat ini Majelis Hakim, saya tetap tidak memahami apapun soal apa yang didakwakan kepada saya oleh JPU,” tegas Ridwan Mukti.
Sidang masih berjalan dengan khidmat. Majelis Hakim dipimpin Hakim Admiral masih mendengarkan pembacaan pledoi berjudul ‘Permintaan THR Berujung Petaka, Tak Ada Bukti Asumsi pun Jadi’ yang dibuat oleh Kuasa Hukum kedua terdakwa.
Terpisah. Dalam kasus yang sama, Rico Dian Sari alias Rico Chan (Direktur Utama PT Rico Putra Selatan), di vonis hukuman 6 tahun penjara dan denda 200 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor dalam sidang putusan yang digelar kamis malam (14/12/2017).
Rico dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Rico Dian Sari juga di denda 200 juta. Jika tidak maka akan diganti dengan 2 tahun penjara, ” ujar Admiral.
Sementara itu, Rico Dian Sari atas putusan majelis hakim tersebut menyatakan menerima putusan tersebut.
“Saya mengerti dan menerima putusan tersebut yang mulia, ” ujar Rico.
Sebagaimana diketahui, Ridwan Mukti, Lily Martiani, Rico Diansari, Joni Wijaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Selasa 20 Juni 2017 lalu. Petugas menyita uang Rp1 miliar terkait kasus suap proyek jalan di Bengkulu. Uang itu disita dari brankas rumah Ridwan Mukti. (Red)
Langganan:
Postingan (Atom)
DPC PWRI Kota Bengkulu Apresiasi Komitmen Kadis PUPR Kota Bengkulu.
MataLensa, Bengkulu – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Bengkulu mengapresiasi aksi cepat tanggapny...
-
Ket Photo : SMAN 11 Kota Bengkulu. MataLensa.com, Bengkulu - Perwakilan guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kota Bengkulu, ...








